Environmental Law Updates for Combating Urban Air Pollution fromTransportation Emissions Based on Green Constitution Principles

Authors

Andhika Laksamana Putra , Hidayati Hidayati

DOI:

10.59888/ajosh.v4i9.726

Published:

2026-06-15

Downloads

Abstract

This study aims to analyze and reconstruct the law governing the control of urban air pollution from transportation emissions in Indonesia, based on Green Constitution principles. The main problem lies in the weakness of normative regulations and the low effectiveness of law enforcement, despite the constitutional guarantee of the right to a good and healthy environment in Article 28H paragraph (1) and the principle of sustainable development in Article 33 paragraph (4) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. This study uses a normative juridical method with a legislative and conceptual approach, analyzing Law Number 32 of 2009 concerning Environmental Protection and Management and its amendments in Law Number 6 of 2023, as well as regulations related to motor vehicle emissions. The results of the study indicate a gap between legal norms and their implementation, characterized by regulatory fragmentation, weak sanctions, and low public compliance with emission tests. Therefore, integrative and transformational legal reform is needed by strengthening state and corporate responsibility, reforming the sanctions system, implementing environmental economic instruments, and utilizing technology for emissions monitoring. This reform is expected to achieve effective and ecologically just environmental protection in accordance with the principles of the Green Constitution.

Keywords:

Environmental Law Reform Air Pollution Transportation Emissions Green Constitution

References

Candrasari, S. C. (2023). Pemulihan dampak pencemaran udara bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Professional: Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik, 849–854.

Chandra, F. A. (2024). Konstitusi hijau (green constitution) dalam upaya pelestarian lingkungan hidup yang berkeadilan. Jurnal Penelitian Inovatif, 889–896.

Devano, M. H. (2024). Pengaturan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan emisi karbon di Indonesia. Jaksa: Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Politik, 112–125.

Dewi, D. K. (2018). Izin lingkungan dalam kaitannya dengan penegakan administrasi lingkungan dan pidana lingkungan berdasarkan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup (UUPPLH). Jurnal Mutiara Hukum, 1–14.

Dewi, S. P. (2022). Pajak lingkungan sebagai upaya pengendalian pencemaran udara dari gas buang kendaraan bermotor di Indonesia. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pajak, 7–13.

Fithori, M. R. (2024). Penanggulangan pencemaran udara melalui peraturan daerah. Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum, 73–94.

Global Scients. (2023). Analisis kualitas udara berdasarkan parameter PM2.5 di wilayah perkotaan Jakarta. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, 120–130.

Liu, G., Yang, Z., Chen, B., Zhang, Y., Su, M., & Ulgiati, S. (2016). Prevention and control policy analysis for energy-related regional pollution management in China. Applied Energy, 166, 292–300.

Maula, G. M. (2024). Efektivitas implementasi kebijakan pengendalian pencemaran udara di Indonesia. Savana: Indonesian Journal of Natural Resources and Environmental Law, 145–159.

Murdomo, J. S. (2021). Kajian hukum terhadap polusi udara dari emisi gas buang angkutan Trans Yogyakarta. Prosiding Diseminasi Hasil Penelitian, 22.

Pangestu, A. R. (2024). Implementasi kebijakan dinas lingkungan hidup dalam pengendalian emisi kendaraan bermotor di DKI Jakarta. Jurnal Administrasi Publik, 1–12.

Panggabean, R. P. (2023). Aspek hukum perlindungan kualitas udara dari pencemaran akibat kendaraan bermotor di Kota Medan [Skripsi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta].

Rahma, R. M. (2025). Strategi dekarbonisasi transportasi: Inventarisasi dan proyeksi emisi udara. USK Press.

Ruhiyat, S. G. (2022). Kewenangan daerah dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup pasca berlakunya Undang-Undang Cipta Kerja. Bina Hukum Lingkungan, 39–58.

Siregar, E. S. (2020). Dampak aktivitas ekonomi terhadap pencemaran lingkungan hidup (Studi kasus di Kota Pejuang, Kotanopan). Jurnal Education and Development, 589.

Song, Y., Zhang, X., & Zhang, M. (2020). Research on the strategic interaction of China’s regional air pollution regulation: Spatial interpretation of “incomplete implementation” of regulatory policies. Environmental Science and Pollution Research, 27(34), 42557–42570.

Sulistiani, E. (2024). Fenomena pencemaran lingkungan: Dampak pencemaran udara terhadap kesehatan. Jurnal Manajemen dan Bisnis Ekonomi, 301–305.

Susilo, Y. O. (2017). Motorization and urban transport in Indonesian cities. Journal of the Eastern Asia Society for Transportation Studies, 1234–1248.

Tatawu, G. S. (2024). Analisis hukum kewenangan pemerintah Kota Kendari dalam pengujian emisi gas buang kendaraan bermotor terkait perlindungan terhadap pencemaran udara. Halu Oleo Legal Research, 217–228.

Tinambunan, W. D. (2022). Kajian hukum pencemaran udara DKI Jakarta ditinjau perbandingan hukum lingkungan hidup Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Justisia, 30–45.

World Health Organization. (2021). WHO global air quality guidelines: Particulate matter (PM2.5 and PM10), ozone, nitrogen dioxide, sulfur dioxide and carbon monoxide. World Health Organization.

Yusrianti, Y. (2015). Studi literatur pencemaran udara akibat aktivitas transportasi. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 1–10.

Author Biographies

Andhika Laksamana Putra, Universitas Borobudur, Indonesia

Author Origin : Indonesia

Hidayati Hidayati, Universitas Borobudur, Indonesia

Author Origin : Indonesia

Downloads

Download data is not yet available.

How to Cite

Environmental Law Updates for Combating Urban Air Pollution fromTransportation Emissions Based on Green Constitution Principles. (2026). Asian Journal of Social and Humanities, 4(9), 4403-4411. https://doi.org/10.59888/ajosh.v4i9.726

Similar Articles

31-40 of 200

You may also start an advanced similarity search for this article.